Kamis, 14 April 2011

Inilah Tujuh "Kesaktian" Cuka


Selain untuk menambah rasa asam dan menghilangkan bau amis, cuka juga punya manfaat lain. Cuka atau asam asetat ini dapat mengatasi berbagai masalah kebersihan rumah. Mulai dari shower mampet, lantai kusam, hingga membersihkan kerak botol. Cara menggunakannya pun sangat mudah. Inilah tujuh manfaat cuka yang dapat diaplikasikan di rumah :

1. Shower Mampet
Air yang mengandung besi, tanah, atau pasir halus bisa menjadi biang keladinya. Untuk mengatasinya, siapkan 1 liter air panas, kemudian tuangkan satu cangkir cuka makan dan aduk. Rendam kepala shower dalam larutan tadi selama 10 menit. Angkat, lalu bersihkan. Teratasi sudah masalah shower mampet.

2. Blender Kotor
Penggunaan blender biasanya meninggalkan noda. Terkadang noda tersebut sulit dihilangkan. Jika itu terjadi, gunakan campuran air, sabun cuci piring, dan cuka. Tuang campuran itu ke dalam blender dan nyalakan blender selama 30 detik. Buang campuran air tadi dan bilas dengan air hangat.

3. Lantai Kusam
Lantai keramik yang berusia lebih dari lima tahun biasanya berubah menjadi kotor dan kusam. Untuk membersihkannya, tuangkan cuka ke permukaan lantai. Diamkan selama lima menit. Kemudian bersihkan dengan kain pel hingga bersih. Pel sekali lagi dengan air untuk menghilangkan bau cuka.

4. Karat pada Logam
Untuk menghilangkan karat, siapkan satu sendok makan cuka dicampur satu sendok teh garam. Gosokkan campuran tersebut ke bagian perkakas logam yang berkarat. Setelah karat hilang, bersihkan dengan air dan keringkan.

5. Guci Pecah
Guci pecah pun bukan lagi masalah. Buat campuran dari satu bungkus agar-agar, satu sendok cuka, aduk hingga mengental. Gunakan campuran adonan tadi sebagai lem. Rekatkan setiap bagian pecahan guci. Setelah itu jemur hingga adonan lem kering. Guci pun kembali utuh.

6. Sisa Minyak
Agar noda minyak di panci gampang dibersihkan, tuangkan cuka ke dalam 2 liter air. Celupkan panci berminyak ke dalamnya. Noda minyak akan luntur dan setelah itu bilas panci dengan air bersih.

7. Kerak Botol
Kerak pada botol bisa dibereskan dengan cuka. Masukkan air sabun ke dalam botol. Tambahkan satu sendok makan abu gosok dan satu sendok makan cuka. Biarkan selama 10 menit. Kemudian kocok-kocok dan sikat bagian dalam botol. Kerak dalam botol pun hilang.

MASJID AL-IRSYAD MINIATUR KA’BAH BERDINIDING KALIGRAFI


Masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan karya arsitek Ridwan D Kamil

Di kota mandiri Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung, ada sebuah masjid kebanggaan. Masjid Al-Irsyad namanya, karya arsitek kenamaan Ridwan Kamil.

Masjid Al-Irsyad mulai dibangun pada 7 September 2009 dan diresmikan pada bulan Agustus 2010. Masjid ini merupakan karya arsitek Ridwan Kamil, terinspirasi oleh Kabah di Masjidil Haram, Mekkah. Kalau Anda perhatikan, pada dinding masjid ini detailnya dibentuk tulisan kaligrafi dengan kalimat As-Syahadah.

Pada saat azan maghrib menggema sampai malam hari, cahaya yang terang dari dalam masjid akan memancar keluar. Ini seolah sebagai ajakan memanggil umat untuk beribadah. Masjid ini cukup luas karena berdiri di atas lahan seluas 1 hektar serta mampu menampung 1.500 jemaah.

Di dalam masjid, Anda akan menemukan ketenangan dan kenyamanan beribadah karena konsepnya dipadukan dengan balutan alam. Seperti arah kiblat yang dibuat terbuka dengan alam, kemudian dinding-dinding masjid dengan ruang keluar masuk udara, juga batu-batu alam di pinggir ruang dalam masjid.

Masjid Al-Irsyad juga memegang predikat sebagai satu dari lima bangunan terbaik tahun 2010 (Building of The Year), menyisihkan pesaingnya dari berbagai negara. Begitu diresmikan pada bulan Agustus 2010, bangunan masjid yang memadukan unsur lingkungan dan semangat Islami langsung memenangkan hati banyak pihak.

Desain Rumah Goyang Rumah Kokoh Aman Gempa


Mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan memenangkan Sayembara Desain Rumah (SDR), yang diselenggarakan oleh Tabloid Rumah bekerja sama dengan PT. Semen Gresik Tbk lewat desainnya "Rumah Goyang".

Menurut Editor in Chief Tabloid Rumah, Alois Wisnuhardana, desain Grenaldi ini diakui belum bisa diaplikasikan secara sempurna 100 persen. Namun, desain "Rumah Goyang" ini memiliki konsep desain dan material. "Dalam pemilihan materialnya adalah yang ringan, yang memang diyakini pemilihan material bangunan yang berat menjadi pembunuh ketika gempa itu terjadi," kata Wisnu saat ditemui Kompas.com pada pekan lalu.

Wisnu menambahkan, desain Rumah Goyang apabila dilacak ke belakang merunut pada bangunan-bangunan rumah warisan nenek moyang yang tahan gempa. "Sebagai inspirasi konsep ini selesai dan akan dibukukan. Konsep ini terbuka untuk dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut," ujarnya.

Bagaimana Desain Rumah Goyang ini mampu memukau juri, mari kita lihat:

Grenaldi mengkonsepkan tiga elemen yang dikenal dalam arsitektur yakni kaki (pondasi), badan (dinding), dan kepala (atap) ikut bergoyang saat gempa datang. "Ketika terjadi gempa, elemen-elemen ini akan ikut bergerak sehingga meminimalkan kerusakan," ujarnya.

Pada bagian kaki sebagai pondasi, konsep pondasi goyang diwujudkan dengan memadukan pondasi beton, tumpukan karet ban, dudukan plat besi, dan kolom besi. Lalu pada bagian badan sebagai dinding, konsep dinding goyang memadukan dinding kayu, besi penggantung, dan balok beton. Lalu pada bagian kepala sebagai atap, konsep atap goyang memadukan kolom beton, dudukan besi, dan kuda-kuda kayu.

Belajar tentang Lokalitas dari Arsitek Kenamaan Jepang Kengo Kuma

Kengo Kuma, Arsitek jepang
Bagi para arsitek, nama Kengo Kuma tentu sudah tak asing lagi. Arsitek Jepang yang berpengalaman lebih dari 10 tahun ini membagi wawasannya melalui kuliah umum, yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Senin (17/1/2011).

Jika Anda mencari nama Kengo Kuma di mesin pencari, seperti Google, Anda akan menemukan banyak artikel yang mengaitkan namanya dengan gaya arsitektur yang natural, berkelanjutan (sustainable), dan satu hal lagi, kata lokal. Pada kunjungannya kali ini, untuk memberikan kuliah umum, tak salah jika ia bercerita seputar tema "Lokalitas".

Dari sekian banyak karya yang dipresentasikannya, ada beberapa poin yang bisa disimpulkan. Pertama, Kengo Kuma tidak pernah menebang pohon atau tumbuhan yang ada di sekitar lahan di mana bangunan akan dibangun.

Kedua, ia selalu memerhatikan lingkungan sekeliling lahan, sejarah, bangunan lama, keadaan alam, iklim, dan sebagainya, yang menurut Kuma, sangat berpengaruh pada karya arsitektur yang akan dibuatnya. Ketiga, ia selalu menggunakan material lokal, yang diproduksi paling dekat dengan lokasi pembangunan, kalau perlu tanpa menggunakan transportasi atau pengangkutan sama sekali.

Menurutnya, seorang arsitek tidak bisa hanya ingin mewujudkan kreativitas. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari lingkungan, ia mengambil istilah "berteman" dengan lingkungan sekitar. Setelah itu barulah membuat desain yang sesuai dengan lingkungan, yang sudah menjadi "teman" kita. Konsep seperti ini, menurutnya, akan membuat bangunan menjadi bagian menyatu dengan lingkungan.

SESUAIKAN WARNA CAHAYA DENGAN INTERIOR RUMAH


Saat bicara soal warna cahaya, pilihannya hanya dua, kuning atau putih. Ternyata memilih di antara pilihan yang hanya dua pun perlu pertimbangan matang.

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar ungkapan bahwa cahaya kuning memberi kesan hangat, sedangkan cahaya berwarna putih memberikan kesan dingin. Lantas banyak orang yang menyimpulkan, karena Indonesia adalah negara tropis yang beriklim hangat, maka rumah-rumahnya lebih cocok dengan cahaya berwarna putih. Tidak bisa dikatakan sepenuhnya salah, tapi bukan berarti bisa disimpulkan semudah itu.

Arsitek lighting dari Lumina Architectural Lighting Consultant, Abdi Ahsan, mengatakan pemilihan warna cahaya ditentukan oleh beberapa faktor.

1. Penataan interior rumah. "Kalau rumahnya di dominasi oleh warna-warna hangat, seperti cokelat, cahaya kuning tentu akan lebih cocok," ujarnya menjelaskan. Sebaliknya jika interior rumah didominasi warna putih atau warna-warna cerah, lanjut Abdi, tentu akan lebih pas jika cahaya berwarna putih yang diaplikasikan di sana.

2. Atmosfer yang ingin ditampilkan. Hal ini berkaitan dengan tatanan interior juga. Suasana yang lebih hangat dan akrab bisa didapat dengan cahaya berwarna kekuningan. cahaya berwarna putih lebih berkesan terang, ceria, dan bersemangat.

Kedua poin di atas harus menjadi pertimbangan secara bersamaan, tidak bisa hanya mempertimbangkan salah satu poin saja. Jika Anda memang menyukai kesan hangat dan akrab, maka penataan interiornya pun pasti akan disesuaikan, begitu pula dengan pencahayaannya.


RUMAH GAYA AMERIKA ADA DI INDONESIA



Saat melihat foto ini, tak akan heran jika Anda teringat pada rumah-rumah bergaya Amerika atau Eropa. Memang inspirasinya dari sana. Model rumah seperti yang Anda lihat di foto ini, bergaya Victorian , banyak ditemui di Amerika. Ciri khasnya adalah loteng dan jendela teluk (bay window ). Material yang digunakan biasanya kayu, tapi tak jarang juga yang sekarang membuatnya dengan dindin bata, kemudian melapisinya dengan kayu. Tertarik? 

Rumah seperti ini memang tampaknya klasik dan nyaman sekali. Mereka yang menyukai gaya oldies atau jadul, rasanya tepat memilih rumah bergaya seperti ini. Bayangkan duduk di teras panggungnya, dengan kursi goyang, koran, pipa, ditemani pula dengan secangkir teh hangat. Sempurna! 

Teras di rumah yang Anda lihat ini juga berteras panggung dengan pagar jalusi, dari kayu. Ya, seluruh rumah ini memang berlapis kayu. Makin kental terasa, kan , ala Amerikanya? 

Meskipun terkesan kebarat-baratan, tak ada salahnya, kok, mengadaptasi gaya Barat ke negeri kita. Malah, dengan demikian makin terbuka celah kita untuk "bermain-main" dengan gaya. Misalnya, rumah boleh bergaya Victorian , tapi perabot dan aksesorinya asli lokal, dong . Anda boleh menempatkan lonceng sapi, misalnya, di pintu depan. Boleh juga jadikan lampu bergaya lampu andong, sebagai penerang eksterior. 

Banyak cara memadukan timur dan barat. Tidak perlu memilih salah satunya. Makin bervariasi, makin tertantanglah kita untuk memadukannya. Anda juga mau punya rumah bergaya Victorian Amerika? Boleh saja!

Sabtu, 12 Maret 2011

Hubungan manusia dengan budaya dalam arsitektur

Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup.

Pengertian Kebudayan
Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuaqn, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.
tiga wujud kebudayaan yaitu :
1. wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;
2. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
3. Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :
1. Eksternalisasi : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
2. Obyektivitas : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
3. Internalisasi : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia

Pengertian arsitek
Arche berarti: yang asli, yang utama, yang awal; sedangkan tektoon menunjuk sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil, dan sebagainya. Jadi kata arsitektur hanya punya sudut pandanganteknis statika bangunan belaka. Architectoon artinya pembangunan utama atau sebenarnya: tukang
ahli bangunan yang utama.
Di Eropa pada abad pertengahan, arsitek biasa disebut: magister operis (guru atau ahli karya) atau magister lapidum (guru atau ahli batu). Di jaman kerajaan para Firaun Mesir, kaisar-kaisar Roma, dan dalam hampir semua sistem kemaharajaan, arsitek menduduki profesi politik tinggi, sebab gengsi dan kebesaran maharaja selalu diukur dari bangunan-bangunan istana dan gedung-gedung negara.
Di India arsitek disebut Sthapati (chief architect, ahli bangunan, pemimpin bangunan, penasehat bangunan) atau Achariya, yakni direktur umum, atau Sutradhara (arsitek, seniman, pemahat).
Namun yang penuh hikmah adalah pengertian dan istilah Vasthu. Dalam bahasa Jawa Kuna, Vasthuvidya atau Wastuwidya berarti: ilmu bangunan (widya = ilmu kebijaksanaan; wastu = bangunan).

Hubungan ketiganya
Konteks kebudayaan dalam bentuknya yang akan tercermin dalam karya arsitektur meliputi:
agama, sosial, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, estetika.
Nilai sebagai salah satu perwujudan kebudayaan akan mencakup hal yang berkenaan dengan
kebenaran (logika), kebaikan (etika), keindahan (estetika).
Faktor fungsi dari kebudayaan dalam wujud arsitektur ditentukan oleh kebutuhan, teknologi,
asosiasi, estetika, telesik (kesejamanan), pemakaian yang tepat.

Dan Karya arsitektur akan selalu mencerminkan ciri budaya dari kelompok manusia yang terlibat dalam proses penciptaannya. Sekurang-kurangnya akan tercermin tata nilai yang mereka anut.
Dengan demikian
kalau kita secara cermat mengamati sejumlah karya arsitektur suatu masyarakat maka lambat laun akam mengenali cirri budaya masyarakat tersebut.