Selasa, 28 Januari 2014

KRITIK ARSITEKTUR IMPRESSIONIS


  • Seniman mereproduksi karyanya sendiri atau orang lain dengan konsekuensi adanya kejemuan, sedang kritik selalu berubah dan berkembang
  • Kritik impressionis adakalanya dipandang sebagai parasit
  • Kritik impressionis menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya keseniannya
  • Karya yang asli berjasa bagi kritik sebagai area eksplorasi karya-karya baru dan berbeda
  • Kecantikan, memberi kepada penciptaan unsur yang universal dan estetik, menjadikan kritikus sebagai kreator, dan menghembuskan ribuan benda yang berbeda yang belum pernah hadir dalam benaknya, yang kemudian terukir pada patung-patung, terlukis pada panel-panel dan terbenam dalam permata-permata.

      Kritik Impresionistik dapat berbentuk :
  • Verbal Discourse : Narasi verbal puisi atau prosa
  • Caligramme : Paduan kata membentuk silhouette
  • Painting : Lukisan
  • Photo image : Imagi foto
  • Modification of Building : Modifikasi bangunan Cartoon : Focus pada bagian bangunan sebagai lelucon

 Contoh :

Monas ...

Menjulang tinggi, kokoh bediri dilangit Jakarta

Berpuncakan api, simbol semangat sebuah bangsa yang besar

Terlahir dari ide sang pemikir Berjiwa nasionalis

Luasnya negeri tak jadi halangan,

bagi pasang mata untuk datang dan melihat

Mungkin itu ritual, bagi para pencari peruntungan ditanah ibukota

Banyak gedung baru berdiri Desekitarnya, 

Tetap tak memudarkan daya pikatnya

Monas, 

Monumen Nasional

Terbangun sebagai simbol

tercipta dari mimpi sang pemikir nasionalis

berdiri menciptakan sejarah

dan selalu menjadi bagian sejarah bangsa

Monumen Nasional (Monas)


Senin, 02 April 2012

WAWASAN NUSANTARA

Ringkasan :

   Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Yang dimana pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan Wawasan Nusantara.

   Fungsi Wawasan Nusantara sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta ramu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara tingkat pusat dan tingkat daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.

   Adapun tujuannya ialah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golangan, suku bangsa/daerah.

Sejumlah pelajar mendapat penjelasan mengenai Nusantara
Sumber : Wikipedia

Opini :

   Setiap seseorang yang berbangsa dan bernegara terlebih indonesia harus memiliki Wawasan Nusantara di dalam dirinya. ini penting karena wawasan yang dimiliki masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap bangsa dan negara. Seandainya tidak ada maka tidak ada kepedulian terhadap bangsanya yang secara langsng akan menghancurakan bangsanya.


Saran :

   Pemberitaan media yang hampir keseluruhannya negatif tentang negri ini merupakan bukti masih sedikitnya masyrakat yang memiliki Wawasan Nusantara. Pendidikan Wawasan Nusantara harus di tanamkan sejak kecil melalui pendidikan seperti taman kanak-kanak. Dan juga di tambah di dalam ruang lingkup keluarga. Agar Wawasan Nusantara yang di berikan menjadi bagian dari dirinya yang sulit untuk di lunturkan.

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.

Perbedaan tak jadi masalah dalam berhubungan
Ringkasan :

   Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang dalam pembahasan materinya berkaitan dengan kenegaraan seperti : Sitem kenegaraan, Hak dan kewajiban, Demokrasi dsb. Yang dimana materi tersebut di berikan kepada pelajar (mahasiswa) yang kelak suatu saat nanti pasti menjadi generasi penerus bangsa.

   Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan ini adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri mahasiswa.

   Hal ini penting berkaitan dengan semakin maraknya budaya global yang mudah masuk dan mudah di terima oleh generasi muda, dan pendidikan kewarganegaraan ini juga sebagai bekal dan antisipasi agar nilai-nilai bangsa dan kenegaraan ini tidak terusik oleh pengaruh globalisasi.


Opini :

   Materi yang ada dalam pendidikan kewarganegaraan sudah bagus, namun dari segi penyampaian (tenaga pengajar) harus mampu menarik minat para pelajar. mengingat pengaruh budaya luar yang begitu kuat dapat dengan mudah mencuri minat generasi muda sekarang ini. Yang sudah banyak bukti yang membuktikan tingkah laku, pola pikir dan pola hidup generasi muda yang sudah hampir sepenuhnya di pengaruhi pengaruh globalisasi.


Saran :

   Dalam proses belajar pendidikan kewarganegaraan perlu adanya kunjungan belajar ke tempat yamg menjadi bangian dari materi belajar seperti ke kantor pemerintahan (DPR/MPR, Kejaksaan Agung, dsb). Dan di samping itu perlu adanya praktek agar para pelajar dapat merasakan secara langsung suasana yang terjadi. 

Sabtu, 14 Januari 2012

Kegagalan Arsitektur Terhadap Lingkungan

Arsitektur ialah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang bangun dan bangunan, namun dalam proses pembangunan tidak hanya aspek bangunan itu sendiri seperti bahan, kosntruksi, estetika maupun ekonomis yang harus di perhatikan. Tetapi juga harus memperhatikan dari aspek yang lain seperti psikologis si penghuni rumah maupun dampak yang di akibatkan terhadap lingkungan. Karena bangunan di dirikan untuk di huni dan didirikan di dalam lingkungan sehingga ke dua aspek itu tidak dapat di lepaskan dari bidang Arsitektur.

Seandainya ilmu Arsitektur tidak memperhatikan kedua aspek tersebut dapat di pastikan banyak masalah-masalah yang akan terjadi. Tidak dapat di pungkiri Arsitektur merupakan salah satu bidang ilmu yang merusak lingkungan contoh kecilnya ialah, tanah sebagai resapan air harus di tutup beton sebagai pembangunan yang dimana beton itu sendiri tidak dapat di tembus oleh air. Dan ketika bangunan itu sudah berfungsi sebagai hunian akan banyakanya energi-energi yang di butuhkan dan limbah-limbah yang di hasilkan yang sudah pasti merusak lingkungan sekitar. Namun bagaimnapun juga manusia tidak bisa lepas dari Arsitektur karena manusia membutuhkan tempat untuk berlindung dan menetap. Oleh sebab itu ilmu Arsitektur harus di pelajari agar adanya keseimbangan antara bangunan dan lingkungan.

Contoh dampak buruk dari kurang baiknya Arsitektur
Banjir

Suatu bangunan Arsitektur dapat di katakan gagal jika antara bangunan dan keadaan lingkungan sekitar tidak seimbang yang menciptakan dampak negatif yang berlebih dan tidak terkendali terhadap lingkungan maupun terhadap si penghuni.

Kota Hijau / Green City

Istilah "Kota Hijau" sekarang ini menjadi hal yang familiar di kuping kita, apa itu "Kota Hijau"? Apa maksudnya?, dan mengapa istilah "Kota Hijau" sering kali kita dengar? .

Istilah "Kota Hijau" ini ada karena adanya berbagai macam masalah di suatu kota, khususnya kota-kota besar yang menampung jutaan penduduk yang jika di biarkan ke depannya akan menjadi buruk, dan istilah "Kota Hijau" ini di jadikan sebagai dasar pemikiran atau solusi atas kota yang memiliki masalah. Istilah "Kota Hijau" ini tidak jauh berbeda dengan istilah "Green" atas masalah lingkungan.

Apa saja masalah yang ada di kota besar? sehingga istilah "Kota Hijau" begitu santer di dengar. Berawal dari urbanisasi besar-besaran yang terjadi akibat beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, sosial, dan budaya. faktor terbesar orang-orang banyak melakukan urbanisasi ialah masalah lapangan pekerjaan yang sulit di cari di kota-kota kecil. pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak berkembang secara merata sehingga semakin banyak orang berbondong melakukan urbanisasi ke kota besar untuk mencari pekerjaan.

Dengan adanya urbanisasi besar-besaran maka jumlah penduduk di suatu kota akan semakin padat dan dengan jumlah penduduk yang padat kebutuhan-kebutuhan hidup juga semakin besar di perlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari mengimpor banyak sekali minyak bumi (sebagai bahan bakar), makanan, dan air. Kemudian, kota-kota itu pun mengekspor sampah, limbah cair, dan polusi udara. Sudah barang tentu, kedua proses itu mengimbas pada kerusakan ekosistem yang telah ada. Yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca yang ekstrem.

Istilah ‘Kota Hijau’ digaungkan berkenaan dengan faktor urbanisasi sehingga menyebabkan kota-kota besar menjadi tidak terkendali. Kota Hijau adalah konsep perkotaan dimana masalah lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial harus dijaga keseimbangannya

Dan ini adalah contoh "Kota Hijau" yang ada
Curitiba, Brazil
 Curitiba adalah sebuah kota di selatan Brasil dan ibukota negara bagian Paraná ( estado ) sejak 1854. Kota ini didirikan pada 1654 sebagai sebuah kamp pertambangan emas. Populasi: 1,8 juta ( 2007 ).

Jumat, 14 Oktober 2011

RUANG TERBUKA HIJAU

sekelompok anak bermain di kuburan (KOMPAS)

Pada gambar di samping dapat terlihat sekumpulan anak sedang bermain di areal kuburan di kawasan jakarta pusat. Hal ini sungguh ironis karena minimnya areal terbuka untuk bermain bagi anak2 seusia mereka sehingga kuburan pun di jadikan tempat bermain bagi mereka. Meskipun kuburan adalah salah satu dari ruang terbuka hijau namun berdasarkan fungsi kuburan bukan lah tempat untuk melakukan aktifitas bermain.  Banyak ruang area terbuka yang di alih fungsikan menjadi berbagai macam kepentingan seperti seperti SPBU, mall, perkantoran dsb. Padahal area terbuka hijau memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan bagi masyarakat sekitar itu sendiri.

Diantara fungsi yang terdapat pada ruang terbuka hijau ialah:

  1. fungsi sosial :
a. tempat bermain dan berolahraga;
b. tempat bermain dan sarana olahraga;
c. tempat komunikasi sosial
d. tempat peralihan dan menunggu;
e. tempat untuk mendapatkan udara segar
f. sarana penghubung satu tempat dengan tempat lainnya;
g. pembatas diantara massa bangunan;
h. sarana penelitian dan pendidikan serta penyuluhan bagi masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan;
i. sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian, dan keindahan lingkungan.

  1. Fungsi ekologi :
a. penyegaran udara, mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro;
b. menyerap air hujan;
c. pengendali banjir dan pengatur tata air;
d. memelihara ekosistem tertentu dan perlindungan plasma nuftah;
e. pelembut arsitektur bangunan.

Begitu banyaknya dan penting akan fungsi ruang terbuka hijau di harapkan akan semakin banyak lahan-lahan yang di jadikan ruang terbuka hijau di kota-kota seluruh indonesia


Selasa, 11 Oktober 2011

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan , arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Berikut adalah sesuatu yang di hasilkan oleh seorang arsitek
Perkotaan

 









Bangunan












Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
Hutan












Arsitektur dan lingkungan adalah 2 hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya, dimana setiap pembangunan yang di lakukan oleh arsitek selalu membutuhkan lahan dan bahan bangunan yang keduanya itu di dapat dari hasil kekayaan alam atau lingkungan yang ada. Mulai dari bahan kayu untuk pintu yang berasal dari pohon dan genting yang terbuat dari  tanah liat. 

Dan setiap pembangunan yang di ciptakan juga akan mempengaruhi keadaan lingkungan sekitar. Seperti, dari satu buah bangunan akan menghasilkan sebuah limbah (air kotor, polusi dsb), dan penggunaan energi (listrik) yang dimana hal itu akan berdampak ke lingkungan. Di samping itu dalam pembangunan membutuhkan bahan-bahan yang tidak ramah dengan lingkungan seperti semen. Yang dapat menghambat atau menutup penyerapan air. Secara tidak langsung pembangunan adalah sebuah perusakan alam secara perlahan. 
Kerusakan lingkungan












Agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah perlu adanya keseimbangan dalam pembangunan. Dalam hal ini dapat di katakan sebagai “arsitektur hijau” dimana setiap pembangunannya memikirkan kembali dampak yang di hasilkan dari pembangunan dapat di minimalisirkan ke lingkungan sekitar. Seperti pemilihan bahan-bahan yang ramah terhadap lingkungan, penghematan energi (listrik). Dan “arsitektur hijau” atau arsitektur yang ramah lingkungan yang benar ialah hasil akhir dari pembangunannya dapat seimbang dengan lingkungan sekitar, tidak terlihat kerusakan yang mencolok di sekitarnya.
Green School, Bali