Senin, 02 April 2012

WAWASAN NUSANTARA

Ringkasan :

   Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Yang dimana pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan Wawasan Nusantara.

   Fungsi Wawasan Nusantara sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta ramu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara tingkat pusat dan tingkat daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.

   Adapun tujuannya ialah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golangan, suku bangsa/daerah.

Sejumlah pelajar mendapat penjelasan mengenai Nusantara
Sumber : Wikipedia

Opini :

   Setiap seseorang yang berbangsa dan bernegara terlebih indonesia harus memiliki Wawasan Nusantara di dalam dirinya. ini penting karena wawasan yang dimiliki masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap bangsa dan negara. Seandainya tidak ada maka tidak ada kepedulian terhadap bangsanya yang secara langsng akan menghancurakan bangsanya.


Saran :

   Pemberitaan media yang hampir keseluruhannya negatif tentang negri ini merupakan bukti masih sedikitnya masyrakat yang memiliki Wawasan Nusantara. Pendidikan Wawasan Nusantara harus di tanamkan sejak kecil melalui pendidikan seperti taman kanak-kanak. Dan juga di tambah di dalam ruang lingkup keluarga. Agar Wawasan Nusantara yang di berikan menjadi bagian dari dirinya yang sulit untuk di lunturkan.

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.

Perbedaan tak jadi masalah dalam berhubungan
Ringkasan :

   Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang dalam pembahasan materinya berkaitan dengan kenegaraan seperti : Sitem kenegaraan, Hak dan kewajiban, Demokrasi dsb. Yang dimana materi tersebut di berikan kepada pelajar (mahasiswa) yang kelak suatu saat nanti pasti menjadi generasi penerus bangsa.

   Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan ini adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri mahasiswa.

   Hal ini penting berkaitan dengan semakin maraknya budaya global yang mudah masuk dan mudah di terima oleh generasi muda, dan pendidikan kewarganegaraan ini juga sebagai bekal dan antisipasi agar nilai-nilai bangsa dan kenegaraan ini tidak terusik oleh pengaruh globalisasi.


Opini :

   Materi yang ada dalam pendidikan kewarganegaraan sudah bagus, namun dari segi penyampaian (tenaga pengajar) harus mampu menarik minat para pelajar. mengingat pengaruh budaya luar yang begitu kuat dapat dengan mudah mencuri minat generasi muda sekarang ini. Yang sudah banyak bukti yang membuktikan tingkah laku, pola pikir dan pola hidup generasi muda yang sudah hampir sepenuhnya di pengaruhi pengaruh globalisasi.


Saran :

   Dalam proses belajar pendidikan kewarganegaraan perlu adanya kunjungan belajar ke tempat yamg menjadi bangian dari materi belajar seperti ke kantor pemerintahan (DPR/MPR, Kejaksaan Agung, dsb). Dan di samping itu perlu adanya praktek agar para pelajar dapat merasakan secara langsung suasana yang terjadi. 

Sabtu, 14 Januari 2012

Kegagalan Arsitektur Terhadap Lingkungan

Arsitektur ialah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang bangun dan bangunan, namun dalam proses pembangunan tidak hanya aspek bangunan itu sendiri seperti bahan, kosntruksi, estetika maupun ekonomis yang harus di perhatikan. Tetapi juga harus memperhatikan dari aspek yang lain seperti psikologis si penghuni rumah maupun dampak yang di akibatkan terhadap lingkungan. Karena bangunan di dirikan untuk di huni dan didirikan di dalam lingkungan sehingga ke dua aspek itu tidak dapat di lepaskan dari bidang Arsitektur.

Seandainya ilmu Arsitektur tidak memperhatikan kedua aspek tersebut dapat di pastikan banyak masalah-masalah yang akan terjadi. Tidak dapat di pungkiri Arsitektur merupakan salah satu bidang ilmu yang merusak lingkungan contoh kecilnya ialah, tanah sebagai resapan air harus di tutup beton sebagai pembangunan yang dimana beton itu sendiri tidak dapat di tembus oleh air. Dan ketika bangunan itu sudah berfungsi sebagai hunian akan banyakanya energi-energi yang di butuhkan dan limbah-limbah yang di hasilkan yang sudah pasti merusak lingkungan sekitar. Namun bagaimnapun juga manusia tidak bisa lepas dari Arsitektur karena manusia membutuhkan tempat untuk berlindung dan menetap. Oleh sebab itu ilmu Arsitektur harus di pelajari agar adanya keseimbangan antara bangunan dan lingkungan.

Contoh dampak buruk dari kurang baiknya Arsitektur
Banjir

Suatu bangunan Arsitektur dapat di katakan gagal jika antara bangunan dan keadaan lingkungan sekitar tidak seimbang yang menciptakan dampak negatif yang berlebih dan tidak terkendali terhadap lingkungan maupun terhadap si penghuni.

Kota Hijau / Green City

Istilah "Kota Hijau" sekarang ini menjadi hal yang familiar di kuping kita, apa itu "Kota Hijau"? Apa maksudnya?, dan mengapa istilah "Kota Hijau" sering kali kita dengar? .

Istilah "Kota Hijau" ini ada karena adanya berbagai macam masalah di suatu kota, khususnya kota-kota besar yang menampung jutaan penduduk yang jika di biarkan ke depannya akan menjadi buruk, dan istilah "Kota Hijau" ini di jadikan sebagai dasar pemikiran atau solusi atas kota yang memiliki masalah. Istilah "Kota Hijau" ini tidak jauh berbeda dengan istilah "Green" atas masalah lingkungan.

Apa saja masalah yang ada di kota besar? sehingga istilah "Kota Hijau" begitu santer di dengar. Berawal dari urbanisasi besar-besaran yang terjadi akibat beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, sosial, dan budaya. faktor terbesar orang-orang banyak melakukan urbanisasi ialah masalah lapangan pekerjaan yang sulit di cari di kota-kota kecil. pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak berkembang secara merata sehingga semakin banyak orang berbondong melakukan urbanisasi ke kota besar untuk mencari pekerjaan.

Dengan adanya urbanisasi besar-besaran maka jumlah penduduk di suatu kota akan semakin padat dan dengan jumlah penduduk yang padat kebutuhan-kebutuhan hidup juga semakin besar di perlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari mengimpor banyak sekali minyak bumi (sebagai bahan bakar), makanan, dan air. Kemudian, kota-kota itu pun mengekspor sampah, limbah cair, dan polusi udara. Sudah barang tentu, kedua proses itu mengimbas pada kerusakan ekosistem yang telah ada. Yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca yang ekstrem.

Istilah ‘Kota Hijau’ digaungkan berkenaan dengan faktor urbanisasi sehingga menyebabkan kota-kota besar menjadi tidak terkendali. Kota Hijau adalah konsep perkotaan dimana masalah lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial harus dijaga keseimbangannya

Dan ini adalah contoh "Kota Hijau" yang ada
Curitiba, Brazil
 Curitiba adalah sebuah kota di selatan Brasil dan ibukota negara bagian ParanĂ¡ ( estado ) sejak 1854. Kota ini didirikan pada 1654 sebagai sebuah kamp pertambangan emas. Populasi: 1,8 juta ( 2007 ).

Jumat, 14 Oktober 2011

RUANG TERBUKA HIJAU

sekelompok anak bermain di kuburan (KOMPAS)

Pada gambar di samping dapat terlihat sekumpulan anak sedang bermain di areal kuburan di kawasan jakarta pusat. Hal ini sungguh ironis karena minimnya areal terbuka untuk bermain bagi anak2 seusia mereka sehingga kuburan pun di jadikan tempat bermain bagi mereka. Meskipun kuburan adalah salah satu dari ruang terbuka hijau namun berdasarkan fungsi kuburan bukan lah tempat untuk melakukan aktifitas bermain.  Banyak ruang area terbuka yang di alih fungsikan menjadi berbagai macam kepentingan seperti seperti SPBU, mall, perkantoran dsb. Padahal area terbuka hijau memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan bagi masyarakat sekitar itu sendiri.

Diantara fungsi yang terdapat pada ruang terbuka hijau ialah:

  1. fungsi sosial :
a. tempat bermain dan berolahraga;
b. tempat bermain dan sarana olahraga;
c. tempat komunikasi sosial
d. tempat peralihan dan menunggu;
e. tempat untuk mendapatkan udara segar
f. sarana penghubung satu tempat dengan tempat lainnya;
g. pembatas diantara massa bangunan;
h. sarana penelitian dan pendidikan serta penyuluhan bagi masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan;
i. sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian, dan keindahan lingkungan.

  1. Fungsi ekologi :
a. penyegaran udara, mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro;
b. menyerap air hujan;
c. pengendali banjir dan pengatur tata air;
d. memelihara ekosistem tertentu dan perlindungan plasma nuftah;
e. pelembut arsitektur bangunan.

Begitu banyaknya dan penting akan fungsi ruang terbuka hijau di harapkan akan semakin banyak lahan-lahan yang di jadikan ruang terbuka hijau di kota-kota seluruh indonesia


Selasa, 11 Oktober 2011

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan , arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Berikut adalah sesuatu yang di hasilkan oleh seorang arsitek
Perkotaan

 









Bangunan












Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
Hutan












Arsitektur dan lingkungan adalah 2 hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya, dimana setiap pembangunan yang di lakukan oleh arsitek selalu membutuhkan lahan dan bahan bangunan yang keduanya itu di dapat dari hasil kekayaan alam atau lingkungan yang ada. Mulai dari bahan kayu untuk pintu yang berasal dari pohon dan genting yang terbuat dari  tanah liat. 

Dan setiap pembangunan yang di ciptakan juga akan mempengaruhi keadaan lingkungan sekitar. Seperti, dari satu buah bangunan akan menghasilkan sebuah limbah (air kotor, polusi dsb), dan penggunaan energi (listrik) yang dimana hal itu akan berdampak ke lingkungan. Di samping itu dalam pembangunan membutuhkan bahan-bahan yang tidak ramah dengan lingkungan seperti semen. Yang dapat menghambat atau menutup penyerapan air. Secara tidak langsung pembangunan adalah sebuah perusakan alam secara perlahan. 
Kerusakan lingkungan












Agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah perlu adanya keseimbangan dalam pembangunan. Dalam hal ini dapat di katakan sebagai “arsitektur hijau” dimana setiap pembangunannya memikirkan kembali dampak yang di hasilkan dari pembangunan dapat di minimalisirkan ke lingkungan sekitar. Seperti pemilihan bahan-bahan yang ramah terhadap lingkungan, penghematan energi (listrik). Dan “arsitektur hijau” atau arsitektur yang ramah lingkungan yang benar ialah hasil akhir dari pembangunannya dapat seimbang dengan lingkungan sekitar, tidak terlihat kerusakan yang mencolok di sekitarnya.
Green School, Bali



Jumat, 15 April 2011

Rumah Tipe "21" Bob Sadino

Bob Sadino di ruang tengah dengan tiang berhiaskan cultured stone dari California

”Rumah saya ini tipe 21. Tanahnya 2 hektar rumahnya 1, ha-ha-ha...,” canda Bob Sadino, pemilik toko serba ada Kem Chicks itu.

"Selamat datang di rumah ini. Sebenarnya saya tidak suka membuka rumah terlalu lebar bagi orang lain karena rumah adalah sebuah kawasan yang sangat pribadi,” begitu sapa Bob Sadino saat Kompas memasuki rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang berhalaman sangat luas. Tapak rumahnya berukuran 1.500 meter persegi.

Tetap dengan mengenakan celana pendek yang sudah menjadi ciri khasnya, Bob bercerita tentang segala sisi rumahnya. Satu hal yang pasti, rumah Bob yang terkesan sangat mewah itu sesungguhnya justru bisa menjadi sangat sederhana kalau kita bisa memahami pikiran pemiliknya.

Bagi Bob, luas tanah 2 hektar itu bukanlah kemewahan karena dia tidak mendewakan ukuran, melainkan semata memanfaatkan yang ada. ”Dulu tanah ini adalah kebun saya untuk mencari nafkah lewat agrobisnis. Manakala usaha saya berkembang dan tanah ini lalu menjadi di tengah kota, kemudian saya menanam di berbagai tempat di Jateng dan Jatim. Tanah ini kan nganggur. Ya saya manfaatkan jadi rumah,” kata Bob.

Mengapa tidak dijual saja?

”Mengapa harus dijual?” tanya Bob menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Tapi, mengapa rumah harus seluas 1.500 meter persegi?

”Begini. Kebanyakan orang telah punya mindset bahwa kalau rumahnya besar, itu kemewahan. Tunggu dulu. Bagi saya, ukuran bukan yang utama. Saya cuma ingin rumah yang tidak sempit untuk segala aktivitas saya dan keluarga dan kerabat. Jadi, ya saya bangun dengan ukuran ini,” katanya.

Kemudian Bob membawa Kompas berkeliling. Kesimpulan pertama yang dirasa adalah rumah itu sungguh-sungguh sangat pribadi bagi Bob. Hampir 80 persen barang di dalamnya khas Bob Sadino. Mebel-mebel, misalnya. Sebagian besar bukanlah mebel mewah yang dibeli di toko, melainkan dari aneka kayu yang didapat Bob di sana-sini.

”Lihat bangku ini. Dari kayu yang sebagian dimakan rayap. Malah artistik kan?” tanya Bob seakan ingin diiyakan.

Bob juga memamerkan sepotong panel di atas piano. Panel itu terbuat dari kayu yang sama sekali tidak diserut. ”Bagi saya, keindahan kayu justru muncul kalau dia tampil apa adanya,” katanya.

Batu California
Mau tahu, dari mana Bob mendapatkan ribuan potong batu yang seakan batu bata bekas penghias bagian dalam ruang tengahnya? dari California, Amerika Serikat! Berton-ton batu itu diangkut tidak dengan kapal laut, tetapi dengan pesawat udara. Tentu saja biayanya sangatlah mahal.

”Saya datangkan batu-batu yang seakan bata bekas, padahal ini batu yang sengaja dibuat seperti ini dan disebut cultured stone, dengan pesawat terbang karena saya ingin cepat sampai,” kata Bob sambil menambahkan bahwa dia langsung jatuh cinta saat melihat contoh batu itu dalam sebuah kunjungannya ke AS sekitar 20 tahun lalu.

Bagi Bob, mahalnya biaya pengiriman batu itu adalah risiko akan keinginannya. Sekali lagi, ia membantah bahwa itu kemewahan karena memang penampilannya tidak mewah. ”Tapi saya sangat suka,” paparnya.

Masih ada yang lebih luar biasa pada rumah yang dihuni sejak sekitar 10 tahun lalu itu. Tapak rumah yang 1.500 meter persegi sepenuhnya dibungkus dengan ubin kemerahan yang didatangkan dari Italia.

”Ubin ini juga tidak mewah penampilannya kan? Dari tanah liat dan tidak mengilap. Tapi saya sangat suka. Saya beli bukan karena mengejar kemewahan, tapi karena saya suka. Kalau ongkosnya jadi mahal, itu adalah risiko.”

Kemudian, saat menjelajahi halaman rumahnya, kembali terasa bahwa halaman seluas sekitar 20.000 meter persegi itu sangat bersahaja. Tak ada kolam renang ukuran olimpiade yang seakan jadi simbol rumah orang kaya. Tanaman-tanaman yang ada pun tampak ditata tangan amatir, bukan penata taman yang biasanya bertarif mahal.

”Semua tanaman saya pilih sendiri. Dan, penempatan tanaman juga semata selera saya,” kata Bob yang tinggal di rumah itu cuma dengan istrinya, Soelami, serta 20 pekerja rumah tangga. Kedua anak perempuannya, Mira dan Shanti, sudah menikah dan tinggal di tempat lain.

Dua puluh pekerja rumah tangga apakah tidak terlalu banyak?

”Ha-ha-ha..., sekali lagi, itu mindset orang bahwa kalau pembantunya banyak itu kemewahan. Bagi saya, ini kebutuhan. Dua puluh pembantu kadang bahkan sangat kurang. Kala musim kemarau, semua tanaman di rumah ini tidak boleh mati. Maka, ke-20 pembantu saya bisa kewalahan menyiraminya,” papar Bob.

Misteri Angka 2121
Rumah Bob ditandai dengan pintu gerbang besi dengan angka 2121. Selain tipe rumahnya yang tipe 21, juga nomor rumah yang 2121, masih banyak 2121 lain di dalam rumah Bob Sadino. Semua mobilnya memakai pelat nomor 2121.

Mengapa 2121? Apa makna angka itu?

”Untuk kesekian kalinya, saya ingin membalik mindset orang. Apakah kalau orang memakai sebuah angka berkali-kali artinya angka itu harus punya makna?” tanya Bob.

Bagi Bob, ia hanya suka angka 2121 itu tanpa mau tahu apa maknanya dan tanpa harus ada penjelasan mengapa angka itu yang dipakainya.

”Sekadar suka, tanpa alasan apa pun, apakah tidak boleh?” tanyanya jenaka.

Tapi, bagaimana pula awalnya memakai angka itu?

”Ha-ha-ha-ha, sudah saya katakan, saya kalau suka pada sesuatu ya suka saja. Tapi, angka itu kalau dibaca dalam bahasa Inggris kan berbunyi ’tuan-tuan’ (two one two one), bukannya nyonya-nyonya kan?” papar Bob lagi.

Kemudian Bob juga bercerita tentang banyak hal pribadi, termasuk kesukaannya memakai celana pendek. Pada tahun 1980-an, Bob tetap memakai celana pendek saat menerima kunjungan Presiden Soeharto ke kebunnya, yang sekarang menjadi rumahnya itu.

”Bagi saya, pakaian adalah kepribadian. Soal tudingan bahwa celana pendek simbol tidak menghargai orang lain, itu sekali lagi hanyalah mindset orang kebanyakan. Saya pernah diusir dari Gedung DPR karena semata mengenakan celana pendek. Saya dituntut memakai celana panjang kalau mau masuk ke gedung rakyat itu. Oke, saya mau bertanya. Lebih baik mana, celana pendek tapi dibeli dengan uang sendiri atau celana panjang tetapi dibayar dengan uang rakyat? Ha-ha-ha-ha,” kata Bob mengakhiri pembicaraannya dengan Kompas pagi itu.